Kitab al adabul mufrad haadits ke 63-68 | Ustadz Dr.Syafiq riza basalamah
- Download kajian ustadz syafiq [ DISINI
(31) Bab Rahmat Allah tidak turun kepada kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan shilaturahim
(بَابُ لَا تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ)
Hadits 63
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ: أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ أَبُو إِدَامٍ قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى يَقُولُ: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الرَّحْمَةَ لَا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ» – ضعيف
63.“Dari ‘abdullah bin abi aufa berkata; dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya rahmat itu tidak turun kepada kaum yang di tengah-tengah mereka ada seorang yang memutuskan rahim.” – Dha’if
Hadits ini bahkan tidak bisa dijadikan hujjah, tetapi makna hadits ini shahih tatkala kita melihat kepada firman Allah Jalla Jalaluhu:
وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (الأنفال: ٢٥)
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS Al-Anfal [8]: 25)
Keterangan :
- Sulaiman abu idam adalah seorang perawi yang dha’if. -‘Abdullah bin abi aufa adalah seoranf sahabat nabi yang terakhir meninggal kuffah pada tahun 87/88 H.
- Ayat di atas menganjurkan kita beramal ma’ruf nahi mungkar,mendakwahkan sunnah,mencegah kerusakan,kezhaliman seperti orang yang memutuskan shilaturahim. Ketika kita biarkan ada orang-orang yang berbuat demikian lalu kita diamkan maka tatkala Allah menurunkan azabnya kita pun akan ikut terkena.
(32) Bab Dosa orang yang memutuskan shilaturahim
(بَابُ إِثْمِ قَاطِعِ الرَّحِمِ)
Hadits 64
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ قَالَ: حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ: حَدَّثَنِي عَقِيلٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، أَنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ» – صحيح
64.“Dari jubair bin muth’im mengabarkan; bahwasannya dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Tidak masuk surga orang yang memutuskan shilaturahim“- Shahih
Jangan sampai kita memutuskan rahim gara-gara hanya tidak mendapatkan warisan,hanya karena di zhalimi oleh saudara jangan sampai kita tidak saling menyapa,memberi dan lain-lain. Dan ingatlah dosa dari memutuskan shilaturahim kita tidak masuk surga Allah.
Hadits 65
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “ إِنَّ الرَّحِمَ شُجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ، تَقُولُ: يَا رَبِّ، إِنِّي ظُلِمْتُ، يَا رَبِّ، إِنِّي قُطِعْتُ، يَا رَبِّ، إِنِّي إِنِّي، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ. فَيُجِيبُهَا: أَلَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ، وَأَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ؟ ” حسن
65.“Dari abu hurairah menceritakan : Dari Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya rahim itu bagian dari rahmat Allah,tatkala rahim berkata: Ya robi,aku di zhalimi ! Ya robi,aku di putuskan ! Ya robi, aku aku(menyebutkan tentang apa-apa yang di lakukan oleh manusia) ya robi,ya robi ! Allah menjawabnya ; apakah engkau tidak ridho aku akan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan shilaturahim dan aku akan menyambung dengan orang yang menyambung sehilaturahim?“ – Hasan
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سَمْعَانَ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَعَوَّذُ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاءِ. فَقَالَ سَعِيدُ بْنُ سَمْعَانَ: فَأَخْبَرَنِي ابْنُ حَسَنَةَ الْجُهَنِيُّ أَنَّهُ قَالَ لِأَبِي هُرَيْرَةَ: مَا آيَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَنْ تُقْطَعَ الْأَرْحَامُ، وَيُطَاعَ الْمُغْوِي، وَيُعْصَى الْمُرْشِدُ – صحيح دون رواية الجهني
66.“Dari sa’id bin sam’aani berkata; aku mendengar abu hurairah berlindung dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh -sampai disini shahih- berkata sa’id bin sam’aan mengabarkannya padaku ibnu hasanah al juhani bahwasannya ia bertanya pada abu hurairah; apa tanda-tanda pemimpin yang demikian ? Berkata abu hurairah: ketika rahim di putuskan,ketika orang zhalim di taati dan ketika orang menyia-nyiakan hidayah Allah. – tidak shahih dari riwayat al juhani.
Faidah hadits ini:
- Kita di anjurkan berlindung dari pemimpin yang menjalankan tugasnya seperti ke kanak-kanakan,mereka yang menjalankan pemerintahan seperti bermain-main tidak sungguh-sungguh dan mereka kebaikan untuk diri sendiri saja tidak tahu apalalagi untuk rakyatnya. Dan terkadang mereka melakukan hal-hal yang semestinya mereka tidak lakukan di karenakan mereka bodoh.
(33) Bab hukuman bagi orang yang memutuskan rahim di dunia(بَابُ عُقُوبَةِ قَاطِعِ الرَّحِمِ فِي الدُّنْيَا)
Hadits 67
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا عُيَيْنَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، مِنْ قَطِيعَةِ الرَّحِمِ وَالْبَغْيِ» – صحيح
67.“Dari abu bakrah berkata; bersabda Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wasallam: Tidak ada satu dosa pun yang lebih pantas untuk disegerakan oleh Allah sangsinya (hukumannya) bagi pelakunya di dunia ditambah lagi dengan apa yang akan disimpan (hukumannya) di akhirat nanti, dari 2 perbuatan: memutuskan rahim (silaturahmi) dan berbuat kedzaliman.” – Shahih
Hadits ini sudah di bahas silahkan kunjungi Disini
(34) Bab bukanlah orang yang meyamnbung shilaturahim itu dengan berbalas-balasan
(بَابُ لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ )
Hadits 68
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، وَالْحَسَنِ بْنِ عَمْرٍو، وَفِطْرٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو – قَالَ سُفْيَانُ لَمْ يَرْفَعْهُ الْأَعْمَشُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَفَعَهُ الْحَسَنُ وَفِطْرٌ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا» – صحيح
68.“Dari ‘abdullah bin amr berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidaklah disebut orang yang menyambung silaturahmi (menyambung rahim) itu orang yang saling berbalas-balasan (dalam silaturahmi). Tetapi orang yang disebut menyambung silaturahmi adalah tatkala silaturahminya diputuskan, maka dia menyambungnya.” – Shahih
Dari hadits ini terdapat pelajaran bagi kita yaitu kita jangan bershilaturahim itu seperti orang yang berbalas-balasan,maksudnya ketika saudara mengunjungi kita baru kita balik mengunjungi nya,ketika saudara tidak berkunjung kita pun tidak berkunjung. Ketika saudara memberi baru kita juga balas memberi dan sebagainya, akan tetapi yang di maksud menyambung shilaturahim itu ketika shilaturahim di putuskan maka kita berusaha untuk menyambung nya.
Keterangan:
- Perawi al a’masy adalah bernama ” sulaiman bin mihram”.
- Al a’masy adalah termasuk tabi’in karena dia sempat melihat sahabat anas bin malik. Isa bin yunus bercerita tentang al a’masy ; aku tidak pernah melihat orang seperti a’masy dan aku tidak pernah melihat orang-orang kaya terhina berada di samping seseorang kecuali tatkala di samping a’masy. Karena mereka walaupun kaya mereka duduk di samping a’masy bertanya masalah hukum,hadits,fiqih dan lain-lain. Al a’masy bukan hanya ahli ilmu tapi dua juga ahli ibadah, Waki’ bin al-Jarrah menggambarkan, “Hampir 70 tahun Al-A’masy tidak pernah luput ikut takbirah al-ihram (dalam shalat berjama’ah). Dan aku menyertainya hampir dua tahun, dia tidak pernah luput meski satu rakaat. Dan banyak juga kisah-kisah al a’masy yang dapat diambil manfaatnya.
Ini pelajaran bagi kita,selain kita memperbanyak ilmu,sering menuntut ilmu tapi hendaknya kita perbanyak juga amal.

Komentar
Posting Komentar